Jumat, 14 Desember 2012

RESTU BUNDA


RESTU BUNDA

Ketika hati telah memilih
matahari ‘kan tertutup awan gelap
Takkan terlihat beningnya air saat hujan menggenangi pasir pantai yang putih
Takkan terasa udara di bawah pohon nan rimbun

Mungkin hatiku telah menyadari hal itu
hingga kusingkirkan awan pekat itu
dan kubuka mata hatiku tuk melihat
kupecahkan dinginnya es yang menyelimuti kulitku
sehingga kurasakan angin kehidupan memasuki kerongkonganku

Kuingin ketika tiba saatnya
bukan lelaki bersepatu emas
bukan lelaki berparas sutra
dengan hati selembut kapas
Namun lelaki yang ketika berhadapan denganmu Bunda…
Maka kau ‘kan langsung berkata…
“ya… aku menyetujuinya”

                                                                        Mataram, 12-12-2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar