Jumat, 22 Maret 2013

PUISI "KENANGANKU"


KENANGANKU

Di hadapanku kulihat jelas bayanganmu
Senyum di wajah itu…
Sungguh ku kenal sedari dulu
Saat kita duduk di bawah matahari yang hangat
            Andai ku dapat menikmati lagi
            Kala jemari kita bertemu
            Memberi sunggingan senyum di wajahmu
            Dengan titik cahaya di matamu
Aku ingin berucap rindu
Sejuta rindu yang kuukjir dengan tangisan malam
Saat ku mengetahui rasa sendiri
Seperti matahari kehilangan kehangatannya

                                                                                                Mataram 1 Oktober 2012

PUISI "DEWASA"


DEWASA
Aku benci menjadi seekor itik kecil
ketika ku telah menjadi angsa
Aku benci bersiul seperti burung
ketika suaraku mengaum seperti singa

                Ketika kukepakkan sayap panjangku
lihatlah… Maka kau akan menyadari
ini bukan si itik lagi
ketika ku bersuara ini bukan siulan semata
Aku telah dewasa…
                                                                                                                                                Mataram, 1 Desember 2012


PUISI "BUKAN MATAHARI"


BUKAN MATAHARI
Kududuk di samping terik matahari
Kayu belum usang menyanggahku dan nya
Terasa matahari sangat hangat dan nyaman
Matahari turut memandangnya

Ia bukanlah matahari yang terang
Tapi ia adalah bintang yang dibantu terangnya
Ia bukan singa
Tapi ia adalah seekor rusa…
yang mungkin tak ku lihat kuku pajangnya
Tapi ia menyenangkan

                                                                                                Mataram, 22 Desember 2012

PUISI "BREAK UP"


BREAK UP

Kau pergi meninggalkan senyum palsu
Saat hati bermusim gugur
Saat air mata tak sanggup menjadi peredam benci
Saat tawa di musim dingin terdengar asing
            Kubuka pintu hatiku untukmu
            Dan kututup saat kau tak tinggali lagi
            Namun satu pintaku
            Rapikan hatiku sebelum bayangmu menghilang malam ini

                                                                                    Mataram, 1 Oktober 2012

PUISI "Cabang Pohon"


Cabang Pohon

Sebuah pohon yang besar mengenali setiap rantingnya
mengenali setiap daun bahkan bunga…
yang tumbuh di setiap ujung dari anggota tubuhnya
dan ranting pun mengenali induknya

Kuterlahir dari sebuah pohon tua yang besar
menggelepar
ada banyak ranting dari tubuh
yang menumbuhkan daun-daun subur…
penghasil bunga nan elok

Kubertemu dengan dirinya
disuatu minggu yang mendung tanpa bintang
yang ternyata berasal dari pohon yang sama

Diriku terlahir dari cabang yang tua
dan ia dari cabang yang muda
karena cabang mungkin mengenal tubuhnya
namun cabang tak mengenal cabang lainnya…
                                                                                                Mataram, 3 Februari 2013