Jumat, 14 Desember 2012

Bahasa Malam…


Bahasa Malam…

Malam semakin terasa
Bintang mulai lelah bersinar
Bulan pun telah sampai pada peraduan mimpinya
Mungkin akan hujan…
            Kupejamkan mata
            Mencoba menikmati musik alam
            Hati yang tak tentram akan terasa
            Sehingga jangkrik leluasa menemani hati yang tak tenang
Mungkin malam punya mata
Mungkin sepasang telinga
Bahkan perasaan
Yang bisa membaca keluh hatimu
            Sunyinya malam bukan tak bersuara
            Mereka memiliki suara tersendiri
            Yang bisa dirasa hati-hati nan gusar
            Malam takkan membiarkanku sendiri dalam pelukannya

                                                                                                  Mataram, 21 September 2012

Angin


Angin

Musik lembut, suara menari bersama angin
Angin musim panas…
Panas, tidak membuat peluh
Hanya hangat

Tuuu….tuuu…tuuu…tuuu…
Bunyi seruling kala itu
Aku menerjemahkan bahwa angin pandai bermain seruling
Atau hanya bunyi jantungku
Yang terdengar lebih harmonis…

Pelan, berbisik lalu pergi
Melayang bagai seutas layangan
Yang telah hilang kendali

Angin itu kembali datang
Namun hanya diam
Hanya menyapa rumput yang kuinjak di bawahku

Tuuu…tuuu…tuuu…tuuu…
Suaranya kembali terdengar
Lalu menghilang pelan, sunyi, berbisik

Mataram, 16 September 2012

RESTU BUNDA


RESTU BUNDA

Ketika hati telah memilih
matahari ‘kan tertutup awan gelap
Takkan terlihat beningnya air saat hujan menggenangi pasir pantai yang putih
Takkan terasa udara di bawah pohon nan rimbun

Mungkin hatiku telah menyadari hal itu
hingga kusingkirkan awan pekat itu
dan kubuka mata hatiku tuk melihat
kupecahkan dinginnya es yang menyelimuti kulitku
sehingga kurasakan angin kehidupan memasuki kerongkonganku

Kuingin ketika tiba saatnya
bukan lelaki bersepatu emas
bukan lelaki berparas sutra
dengan hati selembut kapas
Namun lelaki yang ketika berhadapan denganmu Bunda…
Maka kau ‘kan langsung berkata…
“ya… aku menyetujuinya”

                                                                        Mataram, 12-12-2012

Selasa, 04 Desember 2012

BULAN DAN AKU


BULAN DAN AKU

Aku berada di tempat yang telah lama kutinggali
kini tempat itu asing…
Merajut asa berdua dengan sang bulan, tanpa matahari
Menjadikan sekelilingku gelap dan dingin

Aku rindu saat bulan dan matahari bersama menyinariku
tersenyum dengan langkahku
terasa hangat…
riangku dibuatnya

Kini bulan terasa pincang
duniaku sepi, dingin, dan asing
Karena hanya ada bulan
dan aku…

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mataram, 1 Desember 2012