Angin
Musik
lembut, suara menari bersama angin
Angin
musim panas…
Panas,
tidak membuat peluh
Hanya
hangat
Tuuu….tuuu…tuuu…tuuu…
Bunyi
seruling kala itu
Aku
menerjemahkan bahwa angin pandai bermain seruling
Atau
hanya bunyi jantungku
Yang
terdengar lebih harmonis…
Pelan,
berbisik lalu pergi
Melayang
bagai seutas layangan
Yang
telah hilang kendali
Angin
itu kembali datang
Namun
hanya diam
Hanya
menyapa rumput yang kuinjak di bawahku
Tuuu…tuuu…tuuu…tuuu…
Suaranya
kembali terdengar
Lalu
menghilang pelan, sunyi, berbisik
Mataram,
16 September 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar