Jumat, 22 Maret 2013

puisi "Dear Mom"


Dear Mom

Aku tak pernah mengizinkan mataku basah karena airnya
Selama masih bisa kupegang kendalinya
Tak’kan kurelakan ia luluh dari pelupuknya

Ketika hati tersayat
Air mata bukan satu-satunya alasan ungkapan pilu
Air mata terlalu liar
Dalam bahagia pun butirannya akan bermadikan cahaya bulan

Ku hanya menyampaikan rapuh ini dengan goresan tangan
Karena tanganku tak’kan sanggup merangkai dusta dengan mata yang buta
Demi membeli senyummu bunda
Yang tak’kan terlihat dalam air mata yang lemah

                                                                                                Mataram, 26 Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar