Dear Mom
Aku tak pernah mengizinkan mataku
basah karena airnya
Selama masih bisa kupegang kendalinya
Tak’kan kurelakan ia luluh dari
pelupuknya
Ketika hati tersayat
Air mata bukan satu-satunya alasan
ungkapan pilu
Air mata terlalu liar
Dalam bahagia pun butirannya akan
bermadikan cahaya bulan
Ku hanya menyampaikan rapuh ini
dengan goresan tangan
Karena tanganku tak’kan sanggup
merangkai dusta dengan mata yang buta
Demi membeli senyummu bunda
Yang tak’kan terlihat dalam air mata
yang lemah
Mataram,
26 Februari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar