Minggu, 25 November 2012


PERANG HATI
Raut muka memancarkan ketenangan
Nafasnya kadang bergemuruh
Namun tak kan lepas pedang dari tangannya
Ia terlihat bak naga penakluk langit
                Kadang peluh membanjiri wajahnya
                Kadang darah membanjiri lengannya
                Namun tak tersisa takut
                Dan enggan berkata ragu
Ketika pedangnya terasa berat
Tangan lebamnya bergetar
Menahan hati yang bergejolak
Ia lirih “berapa nyawa yang telah kugantung ?!”
                Temanilah ia, walau kau tinggalkan dunia gemerlapmu
                Demi memberi bahagia pada peperangan hidupnya
                Genggam tangannya
Maka kau kan tau, betapa lembut hatinya…

Kamis, 22 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar