PERANG HATI
Raut muka memancarkan ketenangan
Nafasnya kadang bergemuruh
Namun tak kan lepas pedang dari tangannya
Ia terlihat bak naga penakluk langit
Kadang
peluh membanjiri wajahnya
Kadang
darah membanjiri lengannya
Namun
tak tersisa takut
Dan
enggan berkata ragu
Ketika pedangnya terasa berat
Tangan lebamnya bergetar
Menahan hati yang bergejolak
Ia lirih “berapa nyawa yang telah kugantung ?!”
Temanilah
ia, walau kau tinggalkan dunia gemerlapmu
Demi
memberi bahagia pada peperangan hidupnya
Genggam
tangannya
Maka kau kan tau, betapa lembut
hatinya…
Kamis, 22
November 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar